Manajer Pertandingan PASI Pusat, Eko Nugroho , Panitia KALPO Diminta Kerja Lebih Baik

by

OKEYBOZZ.COM , MANGGAR – Panitia dan juri lokal Kejuaraan Laskar Pelangi Open (KALPO) 2019 dihimbau dapat berkerja lebih baik lagi agar pelaksanaan kegiatan dapat sukses dan lebih baik dari ajang KALPO 2016 ataupun Pekan Olahraga Wilayah Sumatera 2015 lalu.

 

Permintaan ini disampaikan oleh Manajer Pertandingan PASI Pusat, Eko Nugroho seusai memberikan penjelasan teknis pada Technical Meeting Peserta KALPO 2019, di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Rabu, 11/9/19).

“Kita berharap banyak dengan teman-teman local untuk betul-betul lebih teliti, dan lebih baik. Meski tiga tahun lalu saat KALPO 2016 dan Porwil Sumtera 2015 lalu mereka sudah cukup baik, namun saya menekankan tahun ini harus lebih baik lagi,” pinta Eko.

Masalah disiplin waktu jadi titik berat juri dan panitia lokal yang harus diperhatikan. Mengingat saat ajang atletik sebelumnya kehadiran juri dinilai sangat mepet dengan jadwal pertandingan.

“Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kadang-kadang mereka datangnya sering molor. Kalau lomba dimulai jam 8 sebaiknya datang satu jam sebelumnya,” kata Eko.

Apalagi menurut Eko, di ajang KALPO 2019 ini atlet yang ikut bukan hanya datang untuk sekedar mengikuti pertandingan. Namun mengejar catatan rekor sangat penting karena KALPO juga sekaligus babak kualifikasi PON XX di Papua.

“Kegiatan ini bukan sekedar kejuaraan atletik biasa, tapi juga babak kualifikasi PON. Atlet datang ke sini bukan hanya ikut jadi pemenang tapi lebih mengejar limitnya,” jelas Eko.

Selain itu, Eko yang juga menjabat sebagai Technical Delegate juga mengingatkan agar lintasan atau pun lokasi pertandingan harus steril dari siapa pun juga.

“Yang ada di lapangan hanya atlet yang berlomba dan petugas yang sedang bertugas. Jadi kalau tidak berlomba, petugas yang tidak bertugas jangan di situ, harus steril area. Ini akan jadi bahan penilaian kita,” tegas Eko.

Khusus untuk wartawan yang akan meliput jalannya pertandingan, Eko pun meminta agar diatur oleh manager teknis. Mengingat penempatan wartawan yang mendokumentasikan penting untuk keselamatan wartawan dan tertib pertandingan.

“Soalnya pernah ada kasus di Surabaya saat PON 2010 lalu, lembing yang dilemparkan atlet hampir menancap pada wartawan yang sedang memoto, karena dia ngambil posisi motonya di tempat yang salah. Jadi mohon sampaikan ke kawan-kawan wartawan, kita tidak pernah membatasi profesi mereka sepanjang aman dan tidak mengganggu jalannya pertandingan,” ujar Eko.

(okeybozz.com / Iwan gabus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *