Polres Babar Luruskan Kabar Penangkapan BBM Solar, Ternyata Yang Diamankan Kayu Sengon

by

MUNTOK, OKEYBOZZ.COM – Polres Bangka Barat membantah kabar tentang pengamanan BBM jenis solar yang beredar sehari belakangan. Fakta sebenarnya, adalah barang bukti yang diamankan Polres Bangka Barat adalah berupa potongan kayu sengon.

“Bukan BBM berjenis Solar seperti yang telah diopinikan oleh masyarakat beberapa waktu yang lalu. Kita mengamankan kayu sengon,” ujar Waka Polres Bangka Barat, Kompol Joko Triyono SIK MH, saat konfrensi pers kepada awak media, Selasa (12/3/2019).

Konferinsi pers Satuan Reskrim Polres Bangka Barat ini dilakukan terkait pembongkaran barang bukti berupa kayu sengon yang diduga masyarakat sebagai BBM Berjenis Solar. Konferensi Pers dipimpin langsung Waka Polres Bangka Barat Kompol Joko Triyono SIK MH, di dampingi Kasat Reskrim Akp Rais Muin SIK, di Kantor Polres Bangka Barat.

 

Djelaskan Waka Polres Bangka Barat, pada Sabtu 9 Maret 2019 sekitar pukul 01.00 WIB, bertempatan di Pelabuhan Tanjung Kalian Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat diduga telah terjadi tindak pidana menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 87 ayat 5 Jo Pasal 50 ayat 3 huruf e UU nomor 41 Tahun 1999 Jo Pasal 55 KUHPidana.

Tersangka dalam kasus ini adalah SK alias mandung, kelahiran Banyumas 13 Desember 1965. Tersangka yang berprofesi buruh harian ini merupakan warga Kasegeran RT/RW 003/002 Desa Kesegeran Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tegah
Dari tangan tersangka diamankan tiga unit mobil merk Mitsubishi Fuso yang diduga menjadi sarana pengangkutan kayu jenis sengon sebanyak kurang lebih 90 kubik, yang didapatkan pelaku dari kawasan hutan produksi di Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Kayu jenis sengon tersebut rencananya akan dijual ke PT SKN di Kota Magelang. Modusnya kayu ini diangkut dengan menyebrang melewati Pelabuhan Tanjung Kalian Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat.

 

“Sesuai dengan pasal pasal 87 ayat (1) huruf a UU nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 KUHPidana, maka yang menerima, membeli, menjual, menerima tukar, menerima titipan, dan/atau memiliki hasil hutan yang diketahui berasal dari pembalakan liar harus kita amankan. Selain tersangka, kami juga mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kompol Joko Triyono. (omey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *